Powered By Blogger

Minggu, 28 Oktober 2012

Bersih Dusun Tanggungmulyo

MERTI DUSUN TANGGUNG MULYO DESA WONOREJO KECAMATAN PUNCU KABUPATEN KEDIRI
DESA WONOREJO KECAMATAN PUNCU KABUPATEN KEDIRI
PROPINSI JAWA TIMUR





PENDAHULUAN
Merti Dusun , Memetri Dusun, Kadeso, Tu deso atau kalau jaman sekarang lebih tren orang menyebut Ulang tahun Desa / dusun kesemua kosa kata tersebut mempunyai arti yaitu suatu bentuk syukur masyarakat dusun atau desa dimana mereka tinggal dengan suatu rangkaian kegiatan diantaranya ; melakukan bersih Desa /Dusun, selamatan bersama dan pagelaran wayang semalam suntuk (tradisi) kesemuan kegiatan memiliki arti yang siknifikan dalam menata system kemasyarakan ala adat jawa ( salah satu penjabaran ajaran dalam kitab Rojo Niti ).

BERSIH DESA/ DUSUN
Bersih Desa / Dusun adalah suatu bentuk kegiatan gotong-royong masyarakat Desa /Dusun tanpa melihat status strata, agama dan sosial masyarakat dimana semua warga memiliki hak dan kewajiban untuk gotong-royong sebagai bentuk sujud syukur atau penghormatan pada alam semesta dimana alam telah member sumber kehidupan sudah sepantasnya bila manusia menjaga dan melestaraikan alam.

SELAMATAN BERSAMA
Selamatan bersama adalah bentuk penghormatan kepada Alllah SWT, Tuhan yang Maha Esa, Sanghyang Widi dan Gusti Allah dari masyarakat Desa / Dusun tanpa melihat status strata, agama dan sosial masyarakat sebagai bentuk sujud syukur atas kemurahan Berkah, Rahmat, Karunia yang tiada tara dari Allah SWT juga sebagai sarana permintaan ma’af masyarakat pada Allah serta juga sebagai media permohonan ampun atas kesalahan dan dosa para leluhur pendiri Desa/ Dusun dan leluhur keluarga besar masyarakat Desa atau Dusun

PAGELARAN WAYANG KULIT SEMALAM SUNTUK
Pagelaran Wayang Kulit ini sebenarnya hanya suatu tradisi turun temurun mengiktibar atau mengambil contoh kegiatan jaman para wali dahulu dikandung maksud agar masyarakat berkumpul dan menyaksikan paelaran wayang kulit dan disitulah kidalang orang yang sudah mumpuni atau sudah buntas dalan mendalami ilmu kasejaten membabar atau memberikan santapan rohani kepada masyarakat dalam rangka meningkatakan SDM dan kwalitas moral masyarakat disela-sela alur cerita wayang namun dalam kemajuan atau perkembangan jaman Pagelaran wayang kulit juga bisa diganti dengan Pengajian atau santapan Rohani dari tokoh agama atau tokoh Masyarakat.

Gambaran Singkat Dusun Krajan
Dusun Tanggung mulyo merupakan salah satu Dusun yang ada di Desa Tanggung mulyo yang keberadaanyan sebagai penyanggah Desa juga memiliki nilai yang lebih dilihat dari nama Tanggungmulyo dalam bahasa jawa memiliki arti Kemulyaan yang dipertanggung jawabkan atau Kemulyaan warganya ditanggung oleh alam yang hampir 90 % warganya merupakan petani.

Pada saat ini dusun Tanggungmulyo di ampu oleh seorang Kepala Dusun dan Terdiri dari 2 (dua) RW dengan uraian sebagai berikut Rw I terdiri dari 5 (Lima) RT dan Rw II terdiri dari 5 (Lima) RT.
Dengan Geografis tofografi tanah yanh relative datar dan merupakan daerah yang cocok untuk pertanian Dan bila dilihat dari jumlah Penduduk yang cukup besar kurang lebih 950 Kepala Keluarga memiliki keragaman Agama, Mata pencaharian, Latar belakang social sehingga menjadikan Dusun Krajan lebih mudah berkembang.

MAKSUD DAN TUJUAN MERTI DUSUN

Maksud diadakan Merti Dusun adalah :
Untuk menumbuh kembangakan rasa cinta dan bangga sebagai warga Dusun Tanggungmulyo Desa Wonorejo dengan segala kekurangan dan kelebihan Dusun dimana masyarakat dusun agar punya kemauan untuk bangit menuju masa depan dengan tidak meninggalkan budaya local yang penuh kearifan.

Tujuan diadakan Merti Dusun adalah :
Mengalang dan memperkokoh persatuan warga Dusun Tanggungmulyo
Melestarikan Adat istiadat dan Budaya jawa khususnya yang ada di Dusun Tanggungmulyo.
Memberikan wacana pembelajaran bagi generasi muda agar tidak lupa akan Jasmerah.
Sebagai media silaturahmi atau anjang sana warga.
Sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan anugrahnya kepada warga sehimgga warga hidup dengan kemakmuran.

Sebagai sarana penghormatan bagi para pendiri Dusun dan tokoh Agama, Masyarakat yang telah berjasa atas pekembangan dan pembangunan dusun juga sarana penghormatan bagi leluhur warga Dusun Tanggungmulyo.

Rencana Kegiatan Merti Dusun.
Rencana kegiatan merti Dusun Tanggungmulyo sebenarnya sudah belaku atau dilaksanakan bertahun-tahun dari sejak sebelum perang kemerdekaan, setelah perang kemerdekaan dan jaman Reformasi, adapun untuk pelaksanaan kegiatan merti dusun tahun ini telah dibentuk Panitia Pelaksana Merti Dusun yang melibatkan berbagai pihak mulai dari Unsur RT / RW, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dengan rangakaian kegiatan inti dan kegiatan pendukung diantaranyan :

Istogosha dilaksanakan pada :
Hari       : Senin
Tanggal : 12 November 2012
Jam : 19.00 wib – Selesai
Tempat : Balai pertemuan Dusun Tanggung mulyo

Sedekah syukur massal / kenduri dilaksnanakan pada :
Hari : Selasa
Tanggal : 13  November 2012 / 28 bulan Besar 
Jam : 06.30 wib – 08.00 wib
Tempat :  Balai pertemuan Dusun Tanggung mulyo 

Kirab budaya
Hari : Selasa
Tanggal : 13  November 2012 / 28 bulan Besar 
Jam : 08.00 - selesai
Tempat : Dusun Tanggung mulyo

Pagelaran Kesenian Jaranan Kepang
Hari : Selasa
Tanggal : 13  November 2012 / 28 bulan Besar 
Jam : 08.00 - selesai
Tempat : Lapangan Tanggung mulyo

Pagelaran wayang Kulit Semalam suntuk dilaksanakan pada
Hari : Selasa
Tanggal : 13  November 2012 / 28 bulan Besar 
Jam : 19.00 wib – selesai
Tempat : Lapangan Tanggung mulyo
Dalang : Ki Degleng
Lakon : Ontoseno Mbangun Kayangan.


Kidung Minongko Donggo Merti Dusun :
Sudah selayaknya bila setiap acaran atau kegiatan ini semua warga Dusun mempunyai harapan-harapan kedepan baik kesehatan, hasil bumi, rejeki dan terhindar dari bahaya dari alam atau cobaan dari Tuhan YME, untuk itu kami coba sebuah kidung tinggalan para Wali Tanah Jawa dan tentunnya telah disempurnakan oleh para pujangga kenamaan Tanah Jawa :

KIDUNG RUMEKSO ING WENGI

KIDUNG RUMEKSO ING WENGI
Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh kaya luputo ing loro
Luputo bilahi kabeh
Jim setan clatan purun
Paneluhan tan ana wani
Miwah panggawe ala
Gununing wong luput
Geni atemahan tirto
Maling adoh tan ono njarah ing mami
Guno duduk pan sirno
Sakahing lara pan sumyo bali
Sakeh ngamupan sami mitudo
Welas asih pandulune
Sakehing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakehing wiso towo
Sato galak tutut
Kayu aeng lemah sangar
Songing lundhak guwaning
Wong lemah miring
Myang puhiponing merak
Pagupaning warak sakalir
Nadyan arca myang segara asat
Temahan rahayu kabeh
Apan suriro ayu
Ingideran kang widodari
Rinekso malaekat
Lan sugung pra rosul
Pinayungan ing hyang sukmo
Ati adem utekku baginda
Pangucapanku ya musa
Napasku nabi ngisa linuwih
Nabi yakub paniyarsuning wang
Dawud suworoku mangke
Nabi Ibrahim nyawaku
Nabi sulaiman (sleman) kasekten mami
Nabi yusup rupeng weng
Edris (idris) ing rambutku
Baghindo ngali (ali) kuliting wong
Abubakar getih daging Ngumar (Umar) singgih
Balung baghindo Ngusman (Usman)
Sungsumingsum patimah linuwih
Siti Aminah bayuning angga
Ayub ing ususku mangke
Nabi Nuh ing jejantungku
Nabi Yunus ing otot mami
Netroku ya Muhammad
Pamulaku Rosul
Pinayungan Adam Kawa (hawa)
Sampun pepak sukatahe para nabi
Dadiya sariro tunggal

PENUTUP
Ahkirnya ucapan terimakasih yang tiada terhingga kepada segenap para pihak yang telah mau dan perduli akan kegiatan Merti dusun ini.